3 Aspek yang Harus Diperbaiki Arsenal Usai Melawan Liverpool di Community Shield

http://moviesidontremember.com/wp-content/uploads/2020/08/mohamed-elneny-1_3f0d310.jpg
AGEN BOLA ONLINE – Pertandingan Community Shield yang digelar di Wembley Stadium . Juara Premier League, Liverpool, ditantang oleh Arsenal yang berhasil memenangkan FA Cup 2019/20.

Keduanya bermain cukup berimbang hingga pertandingan berakhir dengan skor seri 1-1. Arsenal unggul lebih dulu lewat sepakan indah sang penyerang, Pierre-Emerick Aubameyang, pada menit ke-12.

Liverpool sendiri menanti cukup lama sampai gol penyama kedudukan tercipta pada menit ke-73. Pemain yang direkrut pada bulan Januari kemarin, Takumi Minamino, merupakan pencetak gol dari tim asuhan Jurgen Klopp tersebut.

Lantaran berakhir imbang, pemenang pun harus ditentukan lewat drama adu penalti. Arsenal keluar sebagai pemenang setelah eksekusi Rhian Brewster hanya membentur mistar gawang.

Kemenangan ini menunjukkan progres yang signifikan dari Arsenal. Seperti yang diketahui, mereka melalui masa-masa sulit pada musim kemarin hingga hanya mampu finis di posisi ke-8 dalam klasemen Premier League.

Kendati demikian, Mikel Arteta selaku pelatih masih memiliki beberapa catatan penting yang harus diperbaiki oleh timnya.

Terlihat jelas kalau Arsenal memiliki masalah dalam mengatasi bola udara. Contohnya terlihat jelas kala bek Liverpool, Virgil van Dijk, mencetak gol usai menerima umpan dari tendangan bebas dari Andrew Robertson yang untungnya dianulir karena offside.

Tidak lama setelahnya, Liverpool kembali mendapatkan peluang emas dari sundulan James Milner. Gelandang gaek tersebut tidak mendapatkan tekanan ataupun duel udara di kotak penalti the Gunners.

Secara fisik, dua dari tiga bek Arsenal yang dimainkan dalam pertandingan tersebut seharusnya tidak menemui kesulitan untuk mengatasi bola udara. Sepertinya komunikasi antar lini belakang patut diperhatikan dalam situasi seperti ini.

BACA JUGA : Weston McKennie Resmi Menjadi Pembelian Pertama Andrea Pirlo di Juventus

Mikel Arteta memilih Eddie Nketiah sebagai pengisi pos sentral dalam format tiga striker dengan peran false 9. Sosok seperti ini yang dicari-cari Arteta sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Unai Emery tahun 2019 lalu.

Nketiah mungkin lebih baik dari Alexandre Lacazette dalam hal penyambung antar lini. Namun dalam urusan mencetak gol, ia tidak begitu baik. Sedikitnya ada dua peluang yang bisa saja membuat Arsenal menang tanpa harus melalui adu penalti.

Publik mungkin bisa memaklumi kalau jumlah gol Roberto Firmino di Liverpool sangat sedikit karena peran ini. Namun kalau dirinya mendapatkan peluang seperti yang dimiliki Nketiah, ia takkan menyia-nyiakannya. Jadi, peran false 9 tidak boleh dikambinghitamkan dalam hal ini.

Pertahanan Arsenal telah membaik, fakta itu tidak boleh dimungkiri. Mereka bermain secara kompak dan berhasil membendung permainan dari Mohamed Salah dkk. Sekilas, permasalah mereka selama bertahun-tahun ini selesai.

Meski membaik, namun bukan berarti tak bisa dikembangkan lagi. Ketiga bek yang mereka usung tidak begitu agresif hingga membiarkan Liverpool bisa memberikan beberapa ancaman dari dalam maupun luar kotak penalti.

Gol yang diciptakan Takumi Minamino bisa menjadi bukti. Pertama, dalam proses terciptanya gol, ada empat pemain yang berusaha merebut bola dari Mohamed Salah namun gagal. Padahal Mo Salah sendiri tidak melakukan aksi dribbling yang sebegitu gemilangnya.

Kedua, pemain Arsenal sudah mengerubungi Mo Salah yang menusuk ke kotak penalti dan Minamino. Namun, meski telah menciptakan ruang sempit, mereka masih membiarkan kedua pemain tersebut bermain operan satu-dua dengan leluasa.