Semakin Tertekan, Pep?

Semakin Tertekan, Pep?

Semakin Tertekan, Pep?

Agen Sbobet, Munich – Musim pertama oke, musim ke-2 alami penurunan. Masuk musim ketiganya di Bayern Munich, ada tanda-tanda Pep Guardiola mulai hadapi desakan lebih tinggi, yang mungkin saja tidak pernah ia rasakan di Barcelona.

Di musim 2013/2014 Guardiola sukses berikan impresi tinggi buat Bayern. Bahkan juga pada jumpa pers pertamanya ia segera bicara dalam bhs Jerman yang cukup baik. Lantas, ia juga memimpin timnya memenangkan Piala Super Eropa dengan menaklukkan Chelsea.

Diakhir musim pertamanya itu Guardiola berikan tiga trofi lagi : Bundesliga, Piala Liga, serta Piala Dunia Antarklub. Cuma Liga Champions yang terlepas, sesudah dihentikan Real Madrid di semi final. Madrid-lah yang lalu tampak juga sebagai juara.

Di musim selanjutnya, dengan kata lain di musim lantas, kritik untuk kritik lebih diakrabi Guardiola. Ia pasti sadar, jadi pelatih sekelas Bayern bermakna bakal penuh dengan desakan. Kritik terbesarnya yaitu saat Bayern tidak berkutik di leg pertama semi final Liga Champions melawan Barcelona. Taktik Guardiola dikira stagnan.

Jadi saat Die Roten kehilangan gelar Piala Liga, serta cuma memenangi Bundesliga, desakan itu condong makin besar. Banyak bekas pemain Bayern berikan penilaian jelek untuk dia.

Di dressing room, Guardiola terserang agen Mario Goetze, yang terasa pemainnya tak dimaksimalkan hingga performanya juga alami penurunan.

Goetze juga lebih berani blak-blakan. Dia katakan, apa yang berlangsung dengan dianya dikarenakan Guardiola berlaku tak terbuka. Baca : Goetze Tuntut Guardiola Berkomunikasi Lebih Baik

Dahulu, Zlatan Ibrahimovic juga ” mendendam ” pada Guardiola lantaran berbulan-bulan terasa didiamkan oleh pelatihnya itu, saat keduanya masih tetap di Barcelona. ” Hingga sekarang ini saya tak pernah tahu, mengapa dia tak pernah mengulas masalahnya kepadaku, ” ungkap Ibrahimovic dalam buku otobiografinya.

Sialnya, mendekati musim baru juga Guardiola telah kehilangan suatu trofi. Dalam perebutan Piala Super Jerman akhir minggu lantas, timnya kalah adu penalti dari Wolfsburg. Pers setempat juga mulai punya kebiasaan untuk menspekulasikan nasib pria Spanyol itu di Allianz Arena.

Di segi lain, ciri-ciri Guardiola yang di kenal kalem sepanjang di Barcelona, seperti mulai beralih juga. Belakangan ini ia bersedia hadapi ” musuh-musuhnya ” dengan bhs yang ” emosional “. Misalnya, ia membalas kritikan Lothar Matthaeus serta Stefan Effenberg, yang menyebutkan Mourinho terus tambah baik dari pada dianya. Ke-2 pemain legendaris itu juga memperkirakan Guardiola takkan lama lagi tempati kursi pelatih Bayern.

” Anda (media) juga mengkritik saya. Anda mengerjakannya. Itu adalah pekerjaan Anda. Saya lakukan pekerjaan saya, serta Anda mengkritik saya dari hal semacam itu. Bila legenda club ini bekerja juga sebagai jurnalis, dia dapat juga mengerjakannya, ” ucap pelatih berumur 44 th. itu.

” Pada peristiwa ini, Effenberg serta Matthaeus yaitu jurnalis. Serta sudah pasti, mereka bisa menyampaikan pendapat mereka. Saya tidak tahu apakah dia yang paling baik, namun Jose Mourinho terang salah satu yang paling baik didunia, ” imbuhnya dengan suara ” berani “.

Baca Juga : Milan Jadi Ujian Bagus untuk Bayern Saat sebelum Lakoni Bundesliga

Selasa (4/8/2015) tempo hari, tahu-tahu beredar video serta berita bahwa Guardiola beradu mulut dengan pemain AC Milan, Nigel de Jong. Guardiola geram besar pada De Jong lantaran mencederai pemainnya, Joshua Kimmich. Dalam video itu, tampak terang emosi Guardiola.

Apakah itu mengisyaratkan bahwa Guardiola makin rasakan desakan di tempatnya sekarang ini? Cuma dia yang tahu. Yang pasti, kelihatannya dia tidak pernah memperoleh desakan sebesar itu sepanjang mengatasi Barcelona. Maklum, Barcelona berutang banyak pada dianya. Terlebih saat sebelum jadi pelatih juga Pep telah jadi legenda di Camp Nou.